di sini tempat aku menuangkan segalanya, dari yang cuma uneg-uneg yang mengganjal sampe yang benar-benar merupakan harapan, dari kejengkelan dan kekesalan sampe kebahagiaan, dari umpatan-umpatan sampe puji-pujian, dari yang cuma khayalan sampe yang beneran, dari yang cuma bualan-bualan ataupun yang pernah jadi kenyataan... pokoke' semuanya... 'from bullshit to mean it...'

Wednesday, June 07, 2006

Wrote on Mon 2/6/2006 12:14pm

Malam ini aku memikirkannya lagi, hampir setiap malam aku memikirkannya, aku tau di sana sedikitpun dia tak mengingatku, hanya aku, hanya aku... yg ga bisa nglupakannya. Setiap puting dadaku nyeri, gatal atau berdiri tegang aku merasa dia sedang memikirkanku, merindukanku, tapi aku tau ini cuma perasaanku, ke-ge er-anku,berharap dia akan merindukanku atau setidaknya dia sedang sedikit memikirkanku, tapi aku tau itu cuma khayalanku.

Oh God..... gimana ini? aku ga bisa nglupakannya, aku sangat ingin melupakannya tapi prasaan ini enggan tuk melepaskannya dari ingatan. Aku sungguh tersiksa. Aku malu, marah, muak, geram, sekaligus rindu yang tak tertahan.

Andai saja Tuhan mengabulkan doaku malam itu, smoga dia tidak bisa melupakanku & tidak bisa sedikitpun melupakan tindakannya atas diriku, merasakan sakit yang kurasakan, mendapatkan perasaan hina seperti yg kurasakan, dan menuai benih2 perlakuannya terhadapku. Entah knapa aku sangat berharap hukum karma dapat berlaku padanya.

Andai saja dia tidak melambungkanku terlalu tinggi, mungkin aku tidak akan merasa sesakit ini ketika dia mencampakanku setelah mendapatkan segalanya dan pergi begitu saja, sakit ini masih ada, dan akan terus ada, sbrapapun kerasnya aku berusaha menyembuhkannya, karena aku gakan pernah rela atas apa yg telah terjadi.

Aku sangat membencimu, dan jika kini ku masih merindumu, itu karena aku pernah mencintaimu, dengan sungguh2, berharap kita akan menyatu sebagaimana yang kau ucapkan padaku. Menyesalku akan kenaifanku, seharusnya aku tau tak perlu percaya bujukanmu karena kau tak pernah nyata untukku.

Malam ini aku memikirkanmu, merindukanmu, dan berharap satu saat Tuhan mempertemukan kita, untuk memberikan kesempatan kepadaku, menunjukkan kepadamu aku bukanlah perempuan yg sepantasnya kau perlakukan seperti itu, dan berharap akan tiba saatnya untukmu mendapatkan buah dari apapun yang telah kau lakukan padaku sehinga membukakan mata hatimu bahwa perlakuanmu sangat2lah menyakitkan, tak terlupakan, dan tak termaafkan karena telah begitu meremukan harga diriku.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home